Malang – Kabar membanggakan datang dari Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang. Jurnal ilmiah Farmasains resmi mengalami peningkatan peringkat akreditasi nasional dari SINTA 5 menjadi SINTA 2, berdasarkan hasil penilaian terbaru dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Peningkatan peringkat ini berlaku untuk Volume 9 Nomor 2 Tahun 2024 hingga Volume 14 Nomor 1 Tahun 2029, sekaligus menjadi bukti berkelanjutan Program Studi Farmasi UMM dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, tata kelola jurnal, serta kontribusi riset di bidang kefarmasian.

Ketua Program Studi Farmasi UMM, Dr. apt. Ika Ratna Hidayati, M.Sc, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak, mulai dari tim editor, reviewer, penulis, hingga dukungan institusional Fakultas dan Universitas. Proses peningkatan mutu jurnal dilakukan secara sistematis melalui perbaikan manajemen editorial, peningkatan kualitas artikel, konsistensi penerbitan, serta pemenuhan standar akreditasi jurnal nasional.

“Kenaikan peringkat ini tidak hanya menjadi capaian administratif, tetapi juga refleksi dari budaya akademik dan riset yang terus tumbuh di lingkungan Program Studi Farmasi UMM,” ujarnya.

Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari peran pengelola jurnal Farmasains, yang dikoordinasikan oleh apt. Nailis Syifa, Ph.D, dalam memastikan kualitas proses editorial, seleksi naskah, serta penerapan standar publikasi ilmiah yang berkelanjutan dan berintegritas.

Jurnal Farmasains selama ini menjadi wadah publikasi ilmiah bagi dosen, peneliti, dan praktisi di bidang farmasi, baik dari dalam maupun luar institusi. Dengan capaian SINTA 2, diharapkan jurnal ini semakin meningkatkan daya saing nasional, memperluas jejaring kolaborasi riset, serta mendorong peningkatan luaran penelitian dosen dan mahasiswa.

Program Studi Farmasi UMM akan terus menjaga dan meningkatkan kualitas jurnal melalui prinsip continuous quality improvement, sejalan dengan visi universitas dalam pengembangan riset unggul dan berdampak bagi masyarakat.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kefarmasian.