Malang, 6 Desember 2025 — Dua mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yaitu Farrah Brilian Setyawanti dan Nayla Anggina Putri Sentika, telah mengikuti rangkaian FKUB International Community Service 2025 yang diselenggarakan pada 1–6 Desember 2025. Program ini melibatkan mahasiswa dari University of Puthisastra (Kamboja) serta perwakilan dari berbagai perguruan tinggi dalam negeri, dengan fokus pada penguatan edukasi kesehatan, kesehatan jiwa, serta layanan lansia berbasis komunitas.
Kegiatan dimulai dengan Opening Ceremony, penjelasan agenda pengabdian masyarakat, serta sesi Cultural Change of Healthy Life. Pada hari kedua, peserta melaksanakan kunjungan ke Griya Lansia Kepanjen dan mengikuti rangkaian materi mengenai sindroma geriatri, perawatan reproduksi lansia, serta kesehatan tulang dan sendi.
Pada 3 Desember, peserta melakukan kunjungan lapangan ke Posyandu ODGJ Desa Rembun, Kecamatan Dampit, yang mencakup edukasi kesehatan jiwa, pelatihan kader kesehatan mental, serta role play komunikasi terapeutik. Hari keempat difokuskan pada pembuatan media edukasi ODGJ dan penyusunan modul pola hidup lansia, yang kemudian dipresentasikan di hadapan panitia akademik. Pada 5 Desember, peserta mengunjungi Pabrik Minyak Atsiri UB dan BALOGA, mempelajari proses produksi minyak atsiri, tanaman aromatik, serta relevansinya dalam dunia kesehatan.
Pada hari terakhir, peserta mengikuti materi mengenai pemanfaatan aromaterapi untuk mendukung tumbuh kembang bayi berat lahir rendah (BBLR), melakukan review keseluruhan kegiatan, menerima penghargaan dan souvenir, serta mengikuti Closing Ceremony sebagai penutup resmi program.
Kaprodi Farmasi UMM, Dr. apt. Ika Ratna Hidayati, M.Sc., memberikan apresiasi atas partisipasi dua mahasiswanya dalam kegiatan internasional ini.
“Kami bangga Farrah dan Nayla dapat mewakili Farmasi UMM dalam program pengabdian masyarakat yang melibatkan kolaborasi lintas negara. Pengalaman ini memperluas wawasan mereka tentang praktik kesehatan berbasis komunitas, sekaligus mengasah kepekaan sosial dan kompetensi profesional yang sangat dibutuhkan di dunia kesehatan,” ujarnya.
Kedua mahasiswa Farmasi UMM tersebut terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari edukasi ODGJ, pendampingan lansia, penyusunan media edukasi kesehatan, hingga eksplorasi aplikasi aromaterapi dan minyak atsiri. Program ini memperkaya pemahaman akademik mereka sekaligus memperkuat keterampilan kolaborasi lintas budaya dan disiplin.
