Menuju Praktikum Aman: Prodi S1 Farmasi UMM Gelar Pelatihan K3

Program Studi Sarjana (S1) Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam menjamin keselamatan dan kualitas pembelajaran praktikum melalui penyelenggaraan Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kegiatan ini diperuntukkan bagi seluruh mahasiswa Prodi S1 Farmasi dari angkatan 2022 hingga 2025 dan ditetapkan sebagai persyaratan wajib sebelum mahasiswa diperkenankan mengikuti kegiatan praktikum serta memasuki laboratorium pada semester genap.

Pelatihan K3 menjadi agenda strategis Prodi S1 Farmasi UMM karena laboratorium merupakan lingkungan kerja dengan tingkat risiko yang tinggi. Aktivitas praktikum farmasi melibatkan penggunaan bahan kimia, peralatan gelas, instrumen laboratorium, hingga prosedur kerja khusus yang menuntut ketelitian, kedisiplinan, dan kepatuhan terhadap standar keselamatan. Oleh karena itu, mahasiswa perlu dibekali pemahaman komprehensif mengenai prinsip-prinsip K3 sejak dini agar mampu bekerja secara aman, bertanggung jawab, dan profesional.

Kegiatan Pelatihan K3 secara resmi dibuka oleh Ketua Program Studi S1 Farmasi, (Dr. apt. Ika Ratna Hidayati., M.Sc.). Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa pelatihan K3 bukan sekadar formalitas atau syarat administratif untuk memasuki laboratorium, melainkan merupakan pondasi penting dalam pembentukan karakter dan profesionalisme calon apoteker.

Beliau menyampaikan bahwa keselamatan kerja harus menjadi budaya yang melekat dalam diri setiap mahasiswa farmasi. “Laboratorium adalah tempat belajar, tetapi juga memiliki potensi bahaya. Oleh karena itu, pemahaman K3 menjadi bekal utama agar mahasiswa mampu melindungi dirinya sendiri, rekan kerja, serta lingkungan sekitar,” ujar beliau. Selain itu, Ketua Prodi juga menegaskan bahwa lulusan farmasi dituntut tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan kerja dan etika profesi.

Pelatihan K3 ini dirancang sebagai bentuk safety induction sebelum mahasiswa terjun langsung ke laboratorium. Mahasiswa diperkenalkan pada berbagai potensi bahaya yang dapat muncul selama kegiatan praktikum, mulai dari paparan bahan kimia berbahaya, risiko kebakaran, kecelakaan akibat kesalahan penggunaan alat, hingga kondisi darurat seperti gempa bumi atau kebocoran bahan beracun.

Pelatihan ini juga sejalan dengan upaya Prodi S1 Farmasi UMM dalam menciptakan lingkungan laboratorium yang aman, tertib, dan kondusif, serta mendukung proses pembelajaran praktikum yang berkualitas.
Materi pertama disampaikan oleh Zakarija Achmat, S.Psi., M.Si., dosen Universitas Muhammadiyah Malang sekaligus Koordinator Bidang Pelatihan Penanggulangan Bencana pada MDMC PP Muhammadiyah. Pada sesi ini, peserta mendapatkan wawasan mendalam mengenai keselamatan kerja, kesiapsiagaan bencana, serta penanganan situasi darurat di lingkungan kampus dan laboratorium.
Beliau menjelaskan bahwa risiko tidak hanya berasal dari aktivitas praktikum, tetapi juga dari faktor eksternal seperti bencana alam maupun kondisi darurat lainnya. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai langkah-langkah mitigasi risiko, evakuasi, serta pertolongan pertama pada kecelakaan. Materi disampaikan secara interaktif dengan contoh-contoh kasus yang relevan dengan kehidupan mahasiswa, sehingga mudah dipahami dan diaplikasikan.
Selain itu, peserta juga diajak untuk membangun kesadaran kolektif bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Setiap individu memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, baik di laboratorium maupun di lingkungan kampus secara umum.
Materi kedua disampaikan oleh Rindya Fery Indrawan, S.Pi., M.P. Pada sesi ini, fokus pembahasan diarahkan pada penerapan K3 secara teknis di laboratorium farmasi. Mahasiswa diberikan pemahaman mengenai standar operasional prosedur (SOP) laboratorium, pengenalan simbol dan rambu keselamatan, serta tata cara penggunaan alat pelindung diri seperti jas laboratorium, sarung tangan, masker, dan kacamata pelindung.

Selain itu, dijelaskan pula mengenai etika kerja di laboratorium, termasuk kedisiplinan, kebersihan, serta tanggung jawab dalam menjaga peralatan dan bahan praktikum. Mahasiswa diingatkan untuk selalu mematuhi instruksi dosen dan laboran, serta tidak melakukan aktivitas di luar prosedur yang telah ditetapkan.

Materi ini menjadi sangat penting karena kesalahan kecil di laboratorium dapat berakibat fatal. Dengan pemahaman K3 yang baik, mahasiswa diharapkan mampu meminimalkan risiko kecelakaan dan menjaga keselamatan bersama selama proses praktikum berlangsung.
Pelatihan K3 ini diikuti dengan antusias oleh mahasiswa dari berbagai angkatan. Mereka aktif menyimak materi, berdiskusi, serta mengajukan pertanyaan terkait situasi yang mungkin dihadapi selama praktikum. Antusiasme ini menunjukkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya keselamatan kerja sebagai bagian dari proses pembelajaran di bidang farmasi.

Bagi mahasiswa, pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri untuk memasuki laboratorium. Dengan bekal pemahaman K3, mahasiswa merasa lebih siap dan bertanggung jawab dalam menjalankan setiap aktivitas praktikum.
Melalui penyelenggaraan Pelatihan K3 ini, Prodi S1 Farmasi UMM menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul secara akademik, profesional dalam praktik, serta memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan kerja. Kegiatan ini juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan yang menjadi ciri khas Universitas Muhammadiyah Malang.

Ke depan, Prodi S1 Farmasi UMM akan terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran praktikum melalui berbagai program pendukung, termasuk pelatihan, pembaruan fasilitas laboratorium, serta penguatan budaya keselamatan kerja. Diharapkan, mahasiswa tidak hanya siap menghadapi kegiatan akademik di kampus, tetapi juga mampu menerapkan prinsip K3 secara konsisten ketika terjun ke dunia kerja profesional.

Dengan terselenggaranya Pelatihan K3 ini, mahasiswa Prodi S1 Farmasi UMM diharapkan dapat menjalani kegiatan praktikum pada semester genap dengan aman, tertib, dan bertanggung jawab, serta menjadi calon apoteker yang berintegritas dan berdaya saing tinggi di masa depan.