Malang — Tim dosen Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pemanfaatan Jahe, Sereh, dan Kayu Manis sebagai Solusi Herbal Alami untuk Kesehatan dan Kemandirian Lansia” di Kelurahan Tulusrejo, Kota Malang.

Kegiatan ini menyasar kelompok lansia yang tergabung dalam Posyandu Lansia sebagai upaya meningkatkan literasi kesehatan, khususnya terkait pemanfaatan herbal alami yang aman, sederhana, dan berbasis bukti ilmiah. Program ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman lansia mengenai dosis, cara pengolahan, serta aspek keamanan penggunaan herbal, meskipun bahan-bahan tersebut sangat mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Ketua tim pengabdian, apt. Novan Visia Farmasari, M.Farm, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat. “Selama ini lansia sudah terbiasa menggunakan herbal secara turun-temurun, namun belum semuanya memahami cara penggunaan yang aman dan tepat. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan edukasi yang sederhana, aplikatif, dan sesuai dengan kondisi lansia,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipatif-edukatif yang melibatkan dosen, mahasiswa, kader Posyandu Lansia, serta perangkat kelurahan. Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi program, edukasi kesehatan berbasis ceramah interaktif, demonstrasi langsung pengolahan herbal, hingga pendampingan dan evaluasi melalui metode pre-test dan post-test.

Dalam sesi demonstrasi, peserta diajak mempraktikkan secara langsung cara mengolah jahe, sereh, dan kayu manis menjadi minuman herbal yang aman dikonsumsi. Lansia terlihat antusias mengikuti kegiatan dan aktif berdiskusi mengenai manfaat herbal serta kaitannya dengan kondisi kesehatan yang mereka alami, seperti nyeri sendi, hipertensi, dan gangguan metabolik.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran lansia terhadap penggunaan herbal alami secara bijak. Selain itu, kegiatan ini juga berdampak pada peningkatan kapasitas kader Posyandu Lansia, yang kini memiliki modul dan leaflet edukasi sebagai media pembelajaran berkelanjutan.

Kegiatan pengabdian ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi lansia, tetapi juga memperkuat peran Posyandu Lansia sebagai pusat edukasi kesehatan di tingkat komunitas. Lebih jauh, hasil kegiatan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan penelitian di bidang farmasi dan kesehatan berbasis bahan alam.

Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Malang menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan menghadirkan solusi kesehatan yang kontekstual, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.