Prodi Farmasi FIKES UMM Ikuti Bimtek Sistem “Samanta” Guna Transformasi Digital Tugas Akhir

MALANG – Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan transparansi administrasi akademik, Program Studi (Prodi) Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) turut serta dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggunaan Sistem Tugas Akhir bertajuk “Samanta”. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 14 April 2026, bertempat di Ruang Rapat ICMI. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan prodi, koordinator tugas akhir, serta staf tata usaha dari seluruh lingkungan FIKES UMM, termasuk tim dari Prodi Farmasi. Kehadiran sistem “Samanta” diharapkan menjadi solusi integratif dalam memantau perkembangan tugas akhir mahasiswa secara real-time dan sistematis. Bimtek ini difokuskan pada pengenalan fitur-fitur teknis sistem Samanta, mulai dari proses pengajuan judul, penunjukan pembimbing, hingga koordinasi jadwal ujian. Bagi Prodi Farmasi, implementasi sistem ini sangat krusial mengingat tingginya volume penelitian mahasiswa yang memerlukan koordinasi intensif antara laboratorium, dosen pembimbing, dan fakultas. Ketua Prodi Farmasi (atau perwakilan) menyampaikan bahwa adaptasi terhadap sistem digital adalah komitmen prodi untuk mempermudah mahasiswa. “Dengan adanya Samanta, kita berharap tidak ada lagi kendala administratif yang menghambat kelulusan mahasiswa. Semuanya menjadi lebih terukur dan terdokumentasi dengan baik,” ujarnya di sela-sela kegiatan. Meski fokus pada kebutuhan internal masing-masing prodi, Bimtek ini juga menjadi ajang sinergi antara prodi Farmasi, Keperawatan, dan Fisioterapi di bawah naungan FIKES UMM. Standarisasi prosedur tugas akhir melalui satu pintu sistem diharapkan dapat meningkatkan akreditasi fakultas secara keseluruhan. Melalui penerapan sistem Samanta ini, mahasiswa Farmasi UMM diharapkan dapat lebih mandiri dalam memantau progres akademik mereka. Sistem ini direncanakan akan segera diimplementasikan secara penuh dalam waktu dekat, seiring dengan sosialisasi lanjutan kepada seluruh mahasiswa dan dosen pembimbing.

Dosen Farmasi UMM Raih Hibah Pengabdian Kemendiktisaintek, Dorong Pemberdayaan BUMDesma

Malang — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh dosen Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dr. Ahmad Shobrun Jamil, S.Si., M.P. berhasil meraih pendanaan hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dalam skema Pengabdian kepada Masyarakat. Hibah tersebut diberikan untuk pelaksanaan program bertajuk “Pemberdayaan Bumdesma Wajak Jaya Abadi Melalui Peningkatan Teknik Pengawetan Mendong, Kualitas Produk Anyaman, dan Pemasaran Digital Berbasis Kemitraan.” Program ini dirancang sebagai upaya konkret dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya pelaku usaha berbasis kerajinan lokal. Melalui kegiatan pengabdian ini, Dr. Ahmad Shobrun Jamil berfokus pada penguatan keterampilan masyarakat dalam teknik pengolahan dan pengawetan bahan baku mendong agar memiliki daya tahan lebih baik. Selain itu, program ini juga mendorong peningkatan kualitas produk anyaman sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Tidak hanya pada aspek produksi, program ini juga menitikberatkan pada strategi pemasaran digital berbasis kemitraan. Dengan pendekatan ini, diharapkan pelaku usaha di bawah naungan Bumdesma Wajak Jaya Abadi dapat memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.

Audit Mutu Internal Prodi Farmasi UMM Perkuat Budaya Mutu Berkelanjutan

Malang — Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan kegiatan Audit Mutu Internal (AMI) sebagai bagian dari komitmen dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan. Kegiatan AMI yang dilaksanakan pada tanggal 17–21 Januari 2026 ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh proses akademik dan non-akademik di lingkungan Program Studi Farmasi berjalan sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan. Selain itu, AMI juga menjadi sarana evaluasi untuk mengidentifikasi kekuatan serta peluang perbaikan dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. Audit ini dilaksanakan oleh auditor internal, yaitu Wahono, Dr., Ir., M.T., yang melakukan peninjauan secara menyeluruh terhadap berbagai aspek mutu program studi. Ruang lingkup audit mencakup kurikulum, proses pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola program studi. Proses audit dilakukan secara sistematis melalui peninjauan dokumen, wawancara, dan observasi langsung. Kegiatan ini turut dihadiri oleh pimpinan Program Studi Farmasi, yaitu Ketua Program Studi, Dr. apt. Ika Ratna Hidayati, M.Sc., serta Sekretaris Program Studi 1, Dr. apt. Rizka Novia Atmadani, M.Sc. Kehadiran pimpinan prodi menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung implementasi budaya mutu dan peningkatan kualitas secara berkelanjutan. Seluruh sivitas akademika Program Studi Farmasi menyambut kegiatan ini dengan antusias. Hasil dari AMI diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan rencana tindak lanjut guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan daya saing lulusan. Melalui pelaksanaan AMI secara rutin, Program Studi Farmasi UMM terus berupaya membangun budaya mutu yang kuat, adaptif, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi institusi dalam menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing global.