Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (PESMABA) para Mahasiswa Baru Generasi 24

Pada tanggal 10-13 September 2024, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) bagi para mahasiswa baru Gen 24. Dengan mengusung tema besar “Generasi Digital, Generasi Penyelamat Bumi”, Pesmaba tahun ini tidak hanya memperkenalkan kehidupan akademik dan kampus, tetapi juga menekankan pentingnya peran generasi digital dalam menjaga bumi. Kegiatan dimulai pada tanggal 10 September 2024, yang diawali dengan pembukaan Pesmaba di tingkat universitas dan fakultas. Para mahasiswa baru mengikuti sesi pengenalan secara terpisah di fakultas masing-masing, sebagai langkah awal untuk mengenal lingkungan akademik dan kebudayaan kampus. Tanggal 11 September 2024, mahasiswa baru Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) yang terdiri dari jurusan S1 Farmasi, Fisioterapi, dan Keperawatan, mengikuti sesi pengenalan fakultas di Kampus II UMM. Kegiatan ini dipandu oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (BEM FIKES) bersama dosen-dosen FIKES. Mengusung tema “Digital Generation, Earth’s Salvation: From Health to Earth”, sesi ini bertujuan mengedukasi para mahasiswa baru tentang kontribusi mereka sebagai generasi digital dalam menjaga kesehatan dan lingkungan bumi. Pada tanggal 12 September 2024, mahasiswa baru diperkenalkan dengan berbagai lembaga intra kampus serta Lembaga Semi Otonom (LSO) yang ada di FIKES. Sesi pengenalan lembaga ini bertujuan untuk memfasilitasi mahasiswa baru dalam mengenal organisas i-organisasi kampus yang dapat mengembangkan potensi diri mereka di luar kegiatan akademik. Acara kemudian dilanjutkan dengan penutupan Pesmaba Fakultas sebagai penutup rangkaian kegiatan di fakultas. Kegiatan Pesmaba ditutup pada tanggal 13 September 2024, dengan acara “Inagurasi Welcome Maba Gen ’24 UMM” di tingkat universitas. Acara ini berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian kegiatan, termasuk pengumuman penyelenggara Pesmaba terbaik, serta penampilan hiburan dari Guyon Waton yang menutup seluruh rangkaian Pesmaba dengan penuh kegembiraan dan semangat. Pesmaba 2024 ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang baik bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan kampus serta membangun kesadaran akan peran mereka sebagai generasi digital yang memiliki tanggung jawab untuk menyelamatkan bumi.

Hari Jamu Nasional (27 Mei 2024)

Pada tanggal 27 Mei 2024, mahasiswa/i jurusan Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) turut menyemarakkan peringatan Hari Jamu Nasional dengan penuh semangat. Acara ini diinisiasi sebagai bagian dari proyek mata kuliah Obat Tradisional yang melibatkan satu kelas berjumlah sekitar 50 orang. Proyek ini mendorong mahasiswa untuk berinovasi dalam pembuatan jamu tradisional berbahan dasar kunir, daun asem, gula merah, dan asam jawa. Seluruh proses kegiatan ini dipandu oleh dua dosen pembimbing dari bidang bahan alam, yaitu Ibu Apt. Amaliyah Dina Anggraeni, M.Farm, dan Ibu Apt. Siti Rofida, M.Farm. Rangkaian kegiatan menyemarakkan berlangsung selama satu minggu, dengan dua hari dikhususkan untuk pembuatan ja mu, dan satu hari untuk pembagian jamu kepada masyarakat di sekitar Kampus 2 UMM. Pembagian jamu ini dilakukan dengan tujuan memperkenalkan kembali khasiat jamu kepada masyarakat, terutama kalangan muda, yang mungkin masih kurang familiar atau ragu untuk mengonsumsi jamu tradisional. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa juga mempromosikan slogan Ayo Kenali Jamu, Ayo Minum Jamu, sebagai ajakan untuk lebih mengenal dan menikmati minuman herbal warisan leluhur ini. Dalam proses pelaksanaan, panitia dibagi menjadi dua tim: tim persiapan dan tim pelaksana, yang bertanggung jawab mulai dari perencanaan hingga distribusi jamu. Proyek ini juga diikutkan dalam lomba pembuatan video reels yang diselenggarakan oleh HIMASTRA (Himpunan Apoteker Seminat Obat Tradisional), dan berhasil meraih giveaway reels pertama HIMASTRA 2024. Dalam pernyataannya, Nabila Imalia, salah satu perwakilan dari tim yang terlibat dalam kegiatan ini, mengungkapkan rasa syukurnya atas suksesnya kegiatan ini. “Terima kasih kepada teman-teman kelas Obat Tradisional yang telah berpartisipasi dalam menyelesaikan proyek mata kuliah ini, juga kepada dosen pengampu yang telah mendampingi dalam menyemarakkan Hari Jamu Nasional. Semoga obat tradisional semakin mendunia, makin eksis di kalangan anak muda, dan tidak dipandang sebelah mata dibanding obat modern,” ujarnya. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak orang yang tertarik dan mengenal lebih jauh tentang jamu sebagai salah satu kekayaan budaya dan warisan kesehatan Indonesia.