Upayakan Internasionalisasi Jurnal Prodi Farmasi, Editor in-Chief Farmasains ikuti Workshop Internasionalisasi Jurnal APTFMA
Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui jurnal ilmiahnya, Farmasains, terus meningkatkan kualitas publikasi akademik dengan mengikuti kegiatan Workshop Internasionalisasi Jurnal. Workshop ini diadakan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Muhammadiyah dan Aisyiyah (APTFMA) pada tanggal 28 Juni 2024 di Swiss Bel-Inn Saripetojo Surakarta. Workshop internasional ini menghadirkan pakar di bidang publikasi ilmiah Dr. apt. Sandra Megantara, M.Fam. Beliau berbagi pengalaman serta strategi untuk meningkatkan standar dan daya saing jurnal ilmiah di kancah internasional. apt. Nailis Syifa, Ph.D menyampaikan menyampaikan pentingnya kegiatan ini untuk mendukung Prodi Farmasi UMM dalam meningkatkan kualitas dan reputasi akademik. “Melalui workshop ini, saya berharap jurnal Farmasains dapat mencapai standar internasional, meningkatkan visibilitas, dan mendapatkan sitasi yang lebih banyak. Ini merupakan langkah penting dalam pengembangan akademik dan penelitian di Prodi Farmasi UMM,” ujarnya. Peserta workshop, yang terdiri dari Chief Editor Jurnal Ilmiah dari berbagai perguruan tinggi Farmasi di lingkungan Muhammadiyah dan Aisyiah, mendapatkan materi komprehensif tentang teknik penulisan artikel ilmiah, proses peer-review, serta penggunaan alat bantu penulisan dan manajemen referensi. Workshop ini juga memberikan kesempatan untuk diskusi langsung pakar mengenai tantangan dan peluang dalam publikasi internasional. Melalui kegiatan ini, Prodi Farmasi UMM berharap dapat mendorong peningkatan jumlah publikasi internasional dari dosen dan peneliti. Selain itu, diharapkan jurnal Farmasains dapat segera terindeks di berbagai database internasional, seperti Scopus dan Web of Science, sehingga memberikan kontribusi lebih signifikan dalam perkembangan ilmu pengetahuan di bidang farmasi. Kegiatan ini adalah salah satu langkah konkret Prodi Farmasi UMM dengan APTFMA dalam upaya mencapai keunggulan di tingkat nasional dan internasional. Dengan peningkatan kualitas jurnal ilmiah, diharapkan Prodi Farmasi UMM dapat terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi farmasi serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Melalui APTFMA, Farmasi UMM MoU dengan industri farmasi Malaysia, IKOP Pharma
Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) baru-baru ini menandatangani kesepakatan kerjasama strategis dengan IKOP Pharma melalui Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (APTFMA). Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dalam bidang farmasi. Acara penandatanganan kerjasama ini diadakan di kampus UMS pada hari Sabtu, 29 Juni 2024 dan dihadiri oleh berbagai pihak. Dalam kegiatan ini, apt. Sendi Lia Yunita, M.Sc selaku Ketua Prodi Farmasi UMM, menjadi perwakilan dari UMM. Selain itu kegiatan ini juga dihadiri dari CEO IKOP Pharma Tn. Hj. Yasser Arafat Bin Ishak, serta anggota APTFMA dari seluruh Indonesia. Dalam sambutannya, Ketua APTFMA Dr. apt. Erindyah Retno Wikantyasning, Ph.D menyatakan bahwa kerjasama ini merupakan langkah penting dalam memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dengan industri farmasi. “Saat ini untuk perkembangan perguruan tinggi farmasi di Indonesia memang sangat membutuhkan kolaborasi dalam negeri maupun luar negeri, terutama dengan tempat praktik kerja,” ujarnya. CEO IKOP Pharma, Tn. Hj. Yasser Arafat Bin Ishak, juga menyampaikan antusiasmenya terhadap kerjasama ini. “Kami sangat memahami bahwa sinergi antara dunia industri dan akademik sangat penting dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama dalam bidang farmasi. Kerja sama antara industri farmasi dan pendidikan farmasi memiliki kepentingan yang sangat besar,” katanya. Kerjasama ini meliputi berbagai aspek, antara lain program magang bagi mahasiswa, pelatihan dan workshop bagi dosen dan staf, serta kolaborasi dalam penelitian dan publikasi ilmiah. Selain itu, kedua belah pihak juga sepakat untuk bersama-sama mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri dan mengikuti perkembangan terbaru dalam ilmu farmasi. Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan mahasiswa Prodi Farmasi UMM dapat memperoleh pengalaman langsung di industri farmasi, serta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dan up-to-date. Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing lulusan UMM di pasar kerja, baik di dalam maupun luar negeri. Kerjasama strategis ini menjadi langkah awal yang menjanjikan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di bidang farmasi, serta mempererat hubungan antara dunia akademik dan industri. Semua pihak berharap agar kerjasama ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang maksimal bagi semua pihak yang terlibat.